TERIMA PENDAFTARAN UJIAN PAKET C SETARA SMA SMK ALIYA

Tampilkan postingan dengan label OBAT KANKER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OBAT KANKER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 September 2009

SEJUTA FAKTA TENTANG TUMOR DAN KANKER LENGKAP

PRIMA SAUDA PLUS RACIKAN RAHASIA DAN TEPAT HABBATUSSAUDA + TEMULAWAK + SAMBILOTO + UMBI DAUN DEWA INSYA ALLAH SEGALA MACAM PENYAKIT KANKER DAN TUMOR BISA DIOBATI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id
===
KUMPULAN ARTIKEL DAN SEMINAR TENTANG KANKER
SUMBER : http://www.dharmais.co.id
:: Informasi Penyakit Kanker (Penyebab & Resiko Terjadinya Kanker)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Kerongkongan)
.:: Penyakit Tulang,Sendi dan Otot (Kanker Tulang Primer)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Kanker Paru)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Efusi Pleura)
.:: Penyakit Pada Saluran Pernafasan (Asma)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Pembesaran Prostat Jinak)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Testis)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Penis)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kista Payudara)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Vulva)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Vagina)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Saluran Telur)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Rahim)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Payudara)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Leher Rahim)
.:: Penyakit Masalah Wanita (Kanker Indung Telur)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Kolorektal)
.:: Penyakit Saluran Pencernaan (Kanker Usus Halus)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Pengobatan Kanker)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Kanker & Sistem Kekebalan)
.:: Informasi Penyakit Kanker (Diagnosis Kanker)
.:: Penyakit Gigi dan Mulut (Kanker & Pertumbuhan Lainnya di Mulut)
.:: Penyakit Hormon dan Endokrin (Kanker Tiroid)
.:: Penyakit Mata (Melanoma Koroid)
.:: Penyakit Mata (Tumor Kelopak Mata)
.:: Penyakit Mata (Tumor Jinak Konjungtiva)
.:: Penyakit THT (Kanker Nasofaring)
.:: Penyakit THT (Kanker Leher Metastatik)
.:: Penyakit THT (Kanker Leher dan Kepala)
.:: Penyakit THT (Kanker Laring)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Uretra)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Pelvis Renalis & Ureter)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Kandung Kemih)
.:: Penyakit Ginjal (Kanker Ginjal)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Limfoma Non Hodgkin))
.:: Penyakit Kelainan Darah (Limfoma Burkitt)
.:: Penyakit Pada Anak (Tumor Wilms)
.:: Penyakit Pada Anak (Neuroblastoma)
.:: Penyakit THT (Kanker Tonsil)
.:: Penyakit PAda Anak (Hepatitis)
.:: Penyakit & Masalah Kesehatan Pria (Kanker Prostat)
.:: Penyakit Pada Anak (Infeksi HIV)
.:: Penyakit Pada Anak (Retinablastoma)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia Limfositik Kronik)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Mielositik Kronik)
.:: Penyakit Kelainan Darah (Leukemia Limfositik Akut)
.:: Pencegahan Kanker Pada Anak
.:: Tata Laksana Muntah Bagi Anak Yang Menjalani Kemoterapi
.:: Bangsal Yang Bersahabat
.:: Leukemia pada Anak
.:: Waspada Kanker Pada Anak
.:: Mengapa Kanker Hampir Selalu Terlambat Diketahui?
.:: Kemoterapi Akibat dan Manfaatnya
.:: Mengapa Kanker Hampir Selalu Terlambat Diketahui?
.:: Deteksi Dini Kanker Payudara dan Pemeriksaan Mammogafi
.:: Abstracts Why Tumor Malignancy
.:: Klinik Urologi RSKD
.:: Pemeriksaan Petanda Tumor
.:: Nutrisi Pada Penderita Kanker
.:: Mengenal Kanker Kulit Diagnosa, Pengobatan dan Pencegahannya
.:: Kemoterapi: Manfaat dan Efek Samping
.:: Permasalahan Deteksi Dini dan Pengobatan Kanker Payudara
.:: Masalah Keterlambatan Diagnostik Dini dan Upaya Diagnosis Dini
.:: Peran Akupunktur Medik dalam Terapi Kanker
.:: Menjaga Kesehatan Mulut & Gigi Sebagai Persiapan Pasien Kanker Sebelum Radiasi & Kemoterapi
.:: Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Bedah Plastik
.:: Terapi Kanker Saluran Cerna
.:: Kanker Kolorektal
.:: Penanganan Kanker Ovarium
.::
.:: NUTRISI PADA PENDERITA KANKER
.:: KANKER NASOFARING



HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id



INSYA ALLAH DG HABBAT`S SEHAT SEGALA MACAM PENYAKIT BISA DIOBATI. AMIN. HABBATS SEHAT MENGANDUNG HABBATUSSAUDA(JINTEN HITAM) , OLIVE OIL (MINYAK ZAITUN), HONEY (MEL/MADU, ZINGIBERIS RHIZOMA (JAHE GAJAH).
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI - MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69)
KONSULTASI DAN PEMESANAN HUB BIN MUHSIN DI HP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM: binmuhsin_group@yahoo.co.id

Minggu, 16 Agustus 2009

Kanker Usus Gejala Dan Pencegahannya


CEGAH DAN OBATI SEMUA JENIS KANKER USUS DENGAN MADU+ HABBATUSSAUDA+MINYAK ZAITUN HONEYLIVE. DETAIL KUNJUNGI http://maduhabbatussauda.blogspot.com HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===
okterSehat - Sakit perut. Itulah keluhan yang kerap dirasakan Prasetyo, 45 tahun, selama tiga tahun sebelum akhirnya divonis menderita kanker kolorektal (usus besar).

Awalnya, dia dinyatakan dokter menderita radang usus, sehingga hanya diberi obat antiradang, penghilang rasa sakit, dan antibiotik. Namun, obat-obatan itu tak pernah mampu menghilangkan keluhannya secara tuntas. Alhasil, sakit perut itu berulang, dan selalu berulang. Sampai suatu ketika, ia merasakan sakit yang hebat di perutnya.

Prasetyo pun kembali ke dokter. Kali ini, dokter mengatakan, ada perlengketan di usus besarnya sehingga harus dilakukan pembedahan. Sebagian usus besarnya pun dipotong. Selesai masalah? Ternyata tidak. Prasetyo yang perokok berat ini masih sering merasakan sakit di perut. Tubuhnya pun makin kurus, dan kerap mengalami diare. Penyebab dari sakit perut itu akhirnya diketahui lewat pemeriksaan di sebuah rumah sakit besar di Bandung. Kanker dipastikan telah bersarang di usus besar Prasetyo, dan telah mencapai stadium IV. Empat bulan setelah mendengar vonis ini, Prasetyo berpulang untuk selama-lamanya.

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemui, utamanya pada pria dan wanita berusia 50 tahun atau lebih. Pada pria, kanker usus besar menempati urutan ketiga sebagai kanker tersering yang ditemui setelah kanker prostat dan paru-paru. Sementara pada wanita, kanker ini pun menempati urutan ketiga setelah kanker payudara dan paru-paru. ”Dari berbagai laporan, di Indonesia terdapat kenaikan jumlah kasus (kanker usus besar), meskipun belum ada data yang pasti. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk,” tutur dokter Adil S Pasaribu, SpB KBD, spesialis bedah dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat).

Pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah. Hanya saja pada stadium awal ini, seringkali adenoma tidak menampakkan gejala apapun, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak menimbulkan keluhan apapun ini, pada suatu saat bisa berkembang menjadi kanker yang menggerogoti semua bagian dari usus besar.

Gejala awal yang tidak khas ini membuat banyak penderita kanker usus besar datang ke rumah sakit ketika perjalanan penyakit sudah demikian lanjut. Upaya pengobatan pun menjadi sulit. Padahal, seperti dikatakan Ketua Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, dokter Aru Sudoyo SpPD KHOM, kunci utama keberhasilan penanganan kanker usus besar adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Sayangnya, hal seperti ini sangat jarang. Yang kerap terjadi adalah kasus seperti dialami Prasetyo, yakni kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga harapan penderita untuk bertahan hidup menjadi sangat kecil.

Jika kanker usus besar ditemukan pada stadium I, peluang penderita untuk hidup hingga lima tahun mencapai 85-95 persen. Sementara bila ditemukan pada stadium II, peluang itu mencapai 60-80 persen, pada stadium III sekitar 30-60 persen, dan stadium IV sekitar 25 persen. ”Ini artinya, bila ada 100 penderita kanker usus besar stadium IV, maka yang masih hidup sampai lima tahun hanya lima orang,” ucap Aru.

Deteksi dini
Untuk menghindari kemungkinan terburuk, seperti dialami Prasetyo, deteksi dini merupakan hal yang sangat penting. ”Deteksi dini atau skrining terhadap kanker ini, dapat menyelamatkan hidup,” tegas Adil.

Dengan deteksi dini dapat ditemukan adanya polip prakanker, yaitu suatu pertumbuan abnormal pada usus besar atau rektum yang dapat segera dibuang sebelum berubah menjadi kanker. ”Jika semua orang yang berumur 50 tahun atau lebih melakukan skrining secara teratur, maka sebanyak 60 persen kematian akibat kanker kolorektal dapat dihindari,” tuturnya.

Deteksi dini adalah investigasi pada individu asimtomatik (tanpa gejala) yang bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit pada stadium dini sehingga dapat dilakukan terapi kuratif. Secara umum, urai Adil, deteksi dini dapat dilakukan pada dua kelompok, yaitu populasi umum dan kelompok risiko tinggi. Deteksi dini pada kelompok populasi umum dilakukan kepada individu yang berusia di atas 40 tahun. Sedangkan mereka yang tergolong kelompok berisiko tinggi, antara lain adalah mereka yang pernah menjalani polipektomi untuk adenoma di usus besar, dan orang-orang yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit ini.

Terkait dengan riwayat keluarga, Anda tak perlu khawatir berlebihan jika berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar. Menurut Adil, faktor genetik memang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit ini, tapi faktor tersebut bisa dipersempit. Caranya, ubahlah pola makan Anda dan lakukan deteksi dini.

Penyebab dan gejala
Sejauh ini, penyebab kanker usus besar memang belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini, yaitu: cara diet yang salah (terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan protein, serta rendah serat), obesitas (kegemukan), pernah terkena kanker usus besar, berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar, pernah memiliki polip di usus, umur (risiko meningkat pada usia di atas 50 tahun), jarang melakukan aktivitas fisik, sering terpapar bahan pengawet makanan maupun pewarna yang bukan untuk makanan, dan merokok.

Dalam buku Panduan Pengelolaan Adenokarsinoma Kolorektal disebutkan bahwa meskipun penelitian awal tidak menunjukkan hubungan merokok dengan kejadian kanker usus besar, namun penelitian terbaru menunjukkan, perokok jangka lama (30-40 tahun) mempunyai risiko berkisar 1,5-3 kali. Diperkirakan, satu dari lima kasus kanker usus besar di Amerika Serikat bisa diatributkan kepada perokok. Penelitian kohort dan kasus-kontrol dengan desain yang baik menunjukkan, merokok berhubungan dengan kenaikan risiko terbentuknya adenoma dan juga kenaikan risiko perubahan adenoma menjadi kanker usus besar. ”Karena itu untuk mencegah kejadian kejadian kanker usus besar dianjurkan untuk tidak merokok,” kata Aru. Mengenai gejala kanker usus besar, Aru menyebut beberapa hal yang kerap dikeluhkan para penderita, yaitu:

  • Perdarahan pada usus besar yang ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar.
  • Perubahan pada fungsi usus (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas, lebih dari enam minggu.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Rasa sakit di perut atau bagian belakang.
  • Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar.Rasa lelah yang terus-menerus
  • Kadang-kadang kanker dapat menjadi penghalang dalam usus besar yang tampak pada beberapa gejala seperti sembelit, rasa sakit, dan rasa kembung di perut.

Untuk menangani kanker usus besar, menurut Aru, terapi bedah merupakan cara yang paling efektif, utamanya bila dilakukan pada penyakit yang masih terlokalisir. Namun, bila sudah terjadi metastasis (penyebaran), penanganan menjadi lebih sulit. Tetapi, dengan berkembangnya kemoterapi dan radioterapi pada saat ini, memungkinkan penderita stadium lanjut atau pada kasus kekambuhan untuk menjalani terapi adjuvan. Terapi adjuvan adalah kemoterapi yang diberikan setelah tindakan operasi pada pasien kanker stadium III guna membunuh sisa-sisa sel kanker.

Saat ini, terapi adjuvan bisa dilakukan tanpa suntik (infus), melainkan dengan oral/tablet (Capacitabine). Ketersediaan capacitabine tablet memungkinkan pasien untuk menjalani kemoterapi di rumah yang tentu saja efektivitasnya lebih baik. ”Capacitabine juga merupakan kemoterapi oral yang aman dan bekerja sampai ke sel kanker,” kata Aru yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Terapi Adjuvan, Kelompok Kerja Adenokarsinoma Kolorektal Indonesia.

Jurus Menangkal Kanker Usus Besar

Mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati. Hal itu juga berlaku pada kanker usus besar. Agar tak sampai terjamah penyakit mematikan ini, lakukan upaya pencegahan. Simak tips pencegahan dari dokter Adil S Pasaribu SpB KBD berikut ini:

  • Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, serta daging merah. Jangan lupakan konsumsi kalsium dan asam folat.Setelah menjalani polipektomi adenoma disarankan pemberian suplemen kalsium.
  • Disarankan pula suplementasi vitamin E, dan D.
  • Makan buah dan sayuran setiap hari.
  • Pertahankan Indeks Massa Tubuh antara 18,5 - 25,0 kg/m2 sepanjang hidup.
  • Lakukan aktivitas fisik, semisal jalan cepat paling tidak 30 menit dalam sehari.
  • Hindari kebiasaan merokok.Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi pada pasien yang ditemukan adanya polip.
  • Lakukan deteksi dini dengan tes darah samar sejak usia 40 tahun.
source : litbang.depkes.go.id



Selasa, 09 Juni 2009

OBAT KANKER

Mencegah dan mengobati kanker

Mencegah dan mengobati kanker

Habbat`s Kapsul

Khasiat : Mencegah dan mengobati kanker

Komposisi : Habbatussauda/Nigella Sativa/ Black Seed 500 mg

Isi 200 Kapsul @500 mg

Cara Penggunaan : 3×3 Kapsul sehari

POM TR 063.362.431

LP POM MUI-JB 0117300170907

Produsen : PT Habbatussauda Internasional Indonesia

Distributor : Bin Muhsin Group

www.binmuhsingroup.blogspot.com

Keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi : www.binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com

Harga : Rp.45.000,- / btl

Hubungi :

Badrudin Muhsin

HP : 085227044550 Tlp: 021-91913103

email /YM /FB /FS / Yuwie /Multiply /Twitter :

binmuhsin_group@yahoo.co.id


HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP:085227044550 / 021-91913103 EMAIL /YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id friendster: ujang_bmz@yahoo.co.id
===

Rabu, 18 Februari 2009

Masturbasi Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

INSYA ALLAH DENGAN HABBAT`S X PLUS kanker bisa dicegah dan diobati dan SEGALA KELUHAN SEKSUAL BISA DIATASI. AMIN.
HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS: AN-NAHL: 69) PEMESANAN DAN KONSULTASI HUBUNGI BIN MUHSIN DI HAP: 085227044550 / 021-91913103 email / YM : binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Masturbasi merupakan topik yang tak pernah habis di bahas. Bagi kelompok yang pro, mereka beranggapan bahwa masturbasi masih lebih baik ketimbang hubungan seks bebas atau seks diluar nikah. Selain mempertimbangkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan, juga risiko terkena penyakit kelamin. Terutama HIV/AIDS yang sedang naik daun.

Lain halnya dengan kelompok yang kontra. Masturbasi dianggap perbuatan yang tidak pantas, dapat menimbulkan berbagai gangguan misalnya kebutaan dan kelemahan otot, dan masih banyak efek negatif lainnya.

Pada tulisan ini, kami tidak akan membahas mana kelompok yang benar. Hanya ingin memaparkan sebuah hasil penelitian yang baru dirilis pada bulan Januari 2009 kemarin.

Penelitian tersebut dilakukan oleh sekelompok peneliti dari England's University of Nottingham. Subyek penelitian terdiri dari 840 pria. Setengah diantaranya menderita kanker prostat dan setengah lainnya normal.

Hasil penelitian sangat mengejutkan. Setidaknya ada tiga kesimpulan yang dapat ditarik. Pertama, sering bermasturbasi pada usia 20 – 30 tahun meningkatkan risiko terkena kanker prostat di usia tua. Kriteria sering bermasturbasi pada usia ini adalah dua kali sampai tujuh kali seminggu. Jika dibandingkan dengan mereka yang hanya bermasturbasi kurang dari satu kali sebulan, maka sekitar 20 orang yang sering melakukan masturbasi memiliki risiko 79% lebih tinggi untuk menderita kanker prostat di usia 60 tahun. Kedua, untuk usia 50an, masturbasi satu kali atau lebih seminggu malah menurunkan risiko terkena kanker prostat. Ketiga, hubungan seksual dengan pasangan tidak meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Penelitian ini tidak menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Tetapi para peneliti menduga ada peran hormon androgen dan hormon lain yang mempengaruhi jaringan prostat sehingga berubah perilakunya menjadi sel kanker.


TERAPI AN-NUR DETOX HERBAL SEMBUH DAN SEHAT TANPA OBAT

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template